Sabtu, 05 September 2015

No drama, please.-

Bagi kebanyakan orang Indonesia, basa-basi merupakan hal lumrah yang kerap terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Tetapi bagi sebagian orang, basa-basi dianggap sebagai hal yang sangat tidak mengasyikan. (Yaiyalah, dikira piknik -__-).

Menurut mbah google, basa-basi adalah :
ba.sa-ba.si
Nomina (kata benda) 
(1) adat sopan santun; tata krama pergaulan: tidak tahu di basa-basi; hal itu dilakukan hanyalah sebagai basa-basi dalam pergaulan ini; 
(2) ungkapan yang digunakan hanya untuk sopan santun dan tidak untuk menyampaikan informasi, misalnya kalimat "apa kabar?" yang diucapkan apabila kita bertemu dengan kawan; 
(3) perihal menggunakan ungkapan semacam itu.

Sebenernya setuju kalau basa-basi disebut sebagai adat sopan santun, tapi nampaknya tidak juga dibenarkan untuk hidup dalam suasana kebasa-basian. (Apalah bahasanya). Apalagi dalam keadaan penting, ada baiknya basa-basi tidak digunakan. Bingung? Iya gw juga bingung. Jadi maksud gw disini adalah, basa-basi ada takarannya. Karna basa-basi yang terlalu banyak malah akan membuat orang lain bosan atau mungkin merasa dibohongi.--maybe

The lesson is, harus bisa membedakan mana yang basa-basi dan mana yang sungguh-sungguh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar